Home » » Proses Operasi Bedah Sesar

Proses Operasi Bedah Sesar

Written By Joko saputro on Saturday, January 11, 2014 | 3:46 AM

Proses Operasi Bedah Sesar
Operasi bedah sesar harus dilakukan oleh dokter yang telah profesional. Sebelum melakukan bedah sesar haruslah pasien di beri obat bius agar tidak merasakan sakit pada saat operasi berlangsung. Berikut ini teknik pembiusan sebelum melakukan operasi bedah sesar dan cara operasi bedah sesar dilakukan:
1.    Teknik Pembiusan
Sebelum melakukan operasi bedah sesar, pasien akan dibius oleh dokter ahli anestesi agar tidak merasakan nyeri. Cara pembiusan ada dua macam, yaitu secara regional dan bius umum.
Pertama, pembiusan secara regional dilakukan pada daerah tulang belakang. Cara ini disebut anestesi spinal. Pasien masih sadar namun bagian perut hingga kaki tidak dapat merasakan apapun. Kemudian, sayatan pada bagian perut pun dimulai. Pertama adalah menyayat dinding perut bagian bawah sepanjang kurang lebih 20 cm. Dilanjutkan dengan menyayat dinding rahim sampai bayi tampak. Bayi pun dikeluarkan perlahan dilanjutkan dengan plasenta dan tali pusat. Jika tidak ada komplikasi,semua proses ini memerlukan waktu kurang lebih 20/30 menit. Pasien segera pulih pasca operasi.
Kedua, pembiusan secara umum, pada keadaan ini pasien tidak sadar. Pembiusan dilakukan dengan cara memasang alat bantu napas yang disebut intubasi. Selama pembiusan, sistim pernapasan pasien dibantu dan dimonitor dengan alat. Pembiusan secara umum dilakukan jika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan bius regional/spinal.


2.    Cara Operasi Bedah Sesar dilakukan
Paling sering dibuat sayatan horizontal (mendatar) pada kulit diperut bagian bawah, kadang dilakukan sayatan vertikal, tergantung situasi dan penyulit saat operasi dilakukan, biasanya otot perut tidak perlu dipotong. Selanjutnya dilakukan insisi/sayatan pada rahim, cairan amnion diisap, dan bayi ditarik keluar dengan hati-hati. Biasanya operasi ini dilakukan oleh dua orang dokter, seorang dokter ahli obstetri dan seorang dokter asisten. Ketika bayi keluar, tali pusat dijepit dan dipotong, lalu plasenta dikeluarkan, dan rahim diperiksa secara menyeluruh. Jika tidak ada riwayat operasi bedah sesar yang menyebabkan perletakan pada rahim atau pengangkatan tumor dirahim sebelumnya, maka sampai pada tindakan ini diperlukan sekitar waktu 15 menit. Setelah bayi lahir, plasenta dikeluarkan. Setelah bayi dan plasenta lahir, dokter akan menjahit jaringan yang dipotong tadi. Diperlukan waktu sekitar 30 menit, total tindakan memakan waktu sekitar 60 menit. Jika pasien pernah dioperasi bedah sesar sebelumnya waktu yang dibutuhkan lebih lama, tergantung situasi dan dokter yang menangani pasien. Pada persalinan kembar, butuh waktu 5 menit setiap kali mengeluarkan bayi.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2013. Joko Saputro - All Rights Reserved