Home » » Merangkum Buku Tahdzirul Muslimin Min Ta’khirissholat Wa Hukmu Tarikhuha

Merangkum Buku Tahdzirul Muslimin Min Ta’khirissholat Wa Hukmu Tarikhuha

Written By Joko saputro on Saturday, January 11, 2014 | 5:56 AM


Judul Asli:
Tahdzirul Muslimin Min Ta’khirissholat Wa Hukmu Tarikhuha

Penulis:
Majmu’atul Ulama

Edisi Indonesia:
PERINGATAN PENTING SEPUTAR SHALAT

Penerjemah:
Kholif Muttaqin Djawari

Setting & Desain Sampul:
Nandang Bayanuddin & Megatama

Cetakan ke 1, Muharam 1428 H, Februari 2007

Dicetak oleh :
PT. Megatama Sofwa Pressindo
Telp. (021) 489 9843; 0817 895 243

KEUTAMAAN SHALAT
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa’: 103)
Dia juga berfirman, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’.” (QS Al Baqarah: 45)
Diriwayatkan dari Jabir radhyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan shalat-shalat lima waktu adalah seperti sebuah sungai jernih yang mengalir di depan salah satu pintu rumah salah seorang di antara kalian, dia mandi di sana setiap hari sebanyak lima kali, maka apakah kalian melihat akan ada kotoran yang tersisa padanya?” Para Shahabat menjawab, “Tentu tidk ada.” Maka Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya shalat lima waktu itu akan membersihkan dosa-dosa sebagaimana air yang membersihkan kotoran.” (HR Muslim)
Dalam riwayat lain Beliau bersabda, “Sesungguhnya shalat itu merupakan pelebur dosa (yang dilakukan) di antara waktu-waktu shalat, selagi dosa-dosa besar dijauhi.” (HR Muslim).

SANKSI BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT
Ketahuilah wahai saudaraku, hukuman bagi yang meninggalkan shalat sangat buruk dan keji. Mereka akan dimasukkan dalam neraka Saqar sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Muddatstsir ayat 42-43.
Dalam riwayat Imam Muslim Rasulullah menyebutkan bahwa pembeda antara seorang muslim dengan kafir adalah meninggalkan shalat. At Tirmidzi juga meriwayatkan dari Abdullah bin Syafiq al-Uqaili, dia berkata, “Dahulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah memandang adanya suatu perbuatan yang meninggalkannya merupakan kekufuran kecuali shalat.
Allah berfirman dalam ayat yang lain, “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) yang lalai dari shalatnya.” ( QS Al Ma’un: 4-5). Hasan Al Bashri ketika ditanya tentang ayat ini menjawab, “Dia adalah orang yang lalai dari waktu shalat sehingga keluar dari waktunya.”
Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat sebagaimana hadits riwayat An Nasa’i dan Thabrani dari Syuraik dari Ashim dan Abi Wail dari Abdullah. Maka, apakah jawabanmu kelak ketika ditanya oleh Allah, wahai orang-orang yang meninggalkan shalat? Sungguh telah banyak peringatan dari Rasulullah bagi orang yang meningalkan shalat, tidakkah kau merenunginya?
Lihatlah Umar bin Khattab , beliau tetap bersegera mengerjakan shalat walaupun ketika itu lukanya mengucurkan darah, karena beliau mengerti bahwa tidak ada hak dalam Islam bagi mereka yang meniggalkan shalat. Karenanya, wahai hamba Allah, bersemangatlah untuk mengerjakan shalat dan jangan engkau lalai darinya. Karena ketika engkau meninggalkan shalat, hal itu akan mendorong dirimu untuk meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya.
 Renungkanlah apa yang Rasulullah sampaikan bahwa kelak di akhirat nanti ada orang yang dilempar kepalanya dengan sebongkah batu besar hingga remuk, kemudian dikembalikan dan disiksa lagi. Tahukah engkau siapa orang itu? Mereka adalah orang yang enggan bersujud (shalat) kepada Rabb semesta alam. Dalam surat Maryam ayat 59 juga disebutkan, Allah akan mengancam kesesatan bagi mereka yang menyia-nyiakan shalat (mengakhirkan shalat dari waktunya). Na’udzubillah.


PENJELASAN TENTANG SANKSI BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT
Pada pembahasan sebelumnya telah disebutkan hukum orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan, telah dipaparkan pula hukumannya di dunia dan di akhirat ia termasuk orang yang merugi. Pada bagian ini akan disampaikan tentang orang yang meninggalkan shalat berjamaah.
Dalam beberapa riwayat, diantaranya Imam Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah Rasulullah mengancam akan membakar rumah orang yang meninggalkan shalat berjamaah tanpa ada udzur syar’i. Sungguh berat sanksi ini, dan tidaklah akan merasa takut lagi ngeri terhadap hal ini kecuali orang-orang yang hatinya bersih dan bertakwa.
Perhatikan wahai saudaraku, ketika shahabat Ibnu Umi Maktum (shahabat yang buta) hendak meminta ijin kepada Rasulullah untuk tidak ikut shalat berjamaah di masjid karena rumahnya jauh jauh lagi ia seorang buta yang tak ada penuntunnya, namun Nabi tidak memberi keleluasaan kepadanya untuk tidak ikut shalat berjamaah. Karena, selagi masih mendengarkan seruan adzan maka tak ada rukhshah baginya.
 Saudaraku, bagaimana dengan masa sekarang ini? Ketika alat pengeras suara dan penunjuk waktu telah menyebar dan tak ada seorangpun kecuali dia akan mendengar adzan, namun mereka tetap lalai dari mengerjakan shalat berjamaah?! Kiranya, bagaimana pendapat Anda tentang al ini?

KONDISI SALAFUS SHALIH DALAM SHALAT BERJAMAAH
Shahabat Umar radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau terlambat shlat berjamaah Ashar karena beliau pergi ke kebunnya, maka saat itu ia menyedekahkan kebunnya itu kepada orang-orang miskin sebgai penebus atas perbuatannya.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Para shahabat dulu bila mendapati seseorang tidak shalat jamaah Isya’ dan Shubuh maka kami berpraduga padanya bahwa ia telah munafiq”. Karena ke dua shalat ini adalah shalat terberat bagi orang munafiq.
Said bin Al Musayyib berkata, “Tidaklah muadzin mengumandangkan adzan semenjak 20 tahun kecuali aku sudah berada di masjid”.

PERHATIAN SALAFUS SHALIH TERHADAP KEKHUSYU’AN
Khalaf bin Ayyub, merasa tidak pantas ketika sedang menghadap Rabbnya ia bergerak-gerak untuk mengusir lalat di hadapannya.
Muslim bin Yasar, ia baru menyadari bahwa salah satu bagian masjid jami’ Bashrah roboh setelah beliau selesai melaksanakan shalat.
Ali bin Abi Thalib apabila datang waktu shalat tubuhnya bergetar dan roman mukanya berubah karena ia merasa akan segera memikul amanah yang berat berupa kekhusyu’an dalam shalatnya.
Diriwayatkan pula dari ALi bin Husain bahwa beliau jika berwudhu maka menguninglah warna kulitnya, lalu keluarganya bertanya, “Apakah yang membuat wajahmu memucat ketika engkau sedang wudhu?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian di hadapan siapakah aku akan berdiri?”.

HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT
Dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitab “al Zawajir” bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang kafirnya orang yang meningalkan shalat.
Sebagian shahabat, tabi’in dan ulama sepeninggal mereka berpendapat dengan mengatakan, “Barangsiapa yang meninggalkan shalat secara sengaja hingga keluar dari waktunya maka dia telah kafir dan boleh dialirkan darahnya”. Mereka di antaranya Umar bin Khattab, Abdurrahman bin Auf, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnul Mubarak, Abu Dawud, dan lainnya.
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah juga menukil hadits-hadits dari pendapat pertama, namun beliau memperinci pengkafiran terhadap orang yang meningalkan shalat. Beliau mengatakan bahwa hal ini adalah kafir amal (perbuatan) bukan kafir i’tiqad (keyakinan). Dan kekufuran ini tidak menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam dan millah secara total. Berdasarkan hal ini, maka dikatakan penulis bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas maka ia telah kufur amali (perbuatan), dan orang yang meninggalkan shalat karena menentang perintah maka dia telah keluar dari Islam.
Maka wahai orang yang meremehkan hak Allah, berhati-hatilah dari siksa Tuhanmu, karena itu sangatlah pedih. Waspadalah jangan sampai menjadi orang yang meninggalkan shalat sehingga akan tersemat sebagai orang kafir, meskipun kafir amali. Masalahnya adalah tidak akan selamat orang yang telah disebut kafir oleh Nabi, dan Allah juga telah mengancam dengan kesesatan dan neraka Saqar. Kita berlindung pada Allah dari murka-Nya.

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2013. Joko Saputro - All Rights Reserved