Home » » Kelebihan dan Kekurangan Operasi Sesar

Kelebihan dan Kekurangan Operasi Sesar

Written By Joko saputro on Saturday, January 11, 2014 | 4:27 AM

Kelebihan dan Kekurangan dari Operasi Bedah Sesar
Operasi bedah sesar hendaknya tidak dilakukan kecuali jika benar-benar dibutuhkan karena resiko operasi bedah sesar cukup serius. Meskipun demikian, operasi bedah sesar memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding dengan melahirkan secara normal. Berikut ini kelebihan dan keurangan dari operasi bedah sesar:
Kelebihan operasi bedah sesar  antara lain:
1.    Ibu melahirkan tidak merasakan sakit ketika melahirkan bayinya karena efek obat bius.
2.    Wanita bisa memilih tanggal kelahiran bayi sesuai dengan yang diinginkan seperti tanggal penting yang dianggap berkah bagi keluarga.
3.    Jalan lahir utuh sehingga organ kewanitaan sama seperti sebelum melahirkan(artinya alat organ reproduksi ibu akan normal tidak sobek atau mengalami kerusakan akibat proses perrsalinan).
4.    Sangat dibutuhkan untuk wanita dengan riwayat melahirkan bedah sesar, pinggul sempit, hipertensi, persalinan lama, atau ibu tidak kuat mengejan
5.    Operasi bedah sesar dilakukan dalam waktu yang singkat sehingga proses persalinan yang lama bisa dihindari, dengan operasi ini juga dapat meminimalis terjadinya kecelakaan yang biasa terjadi pada proses kelahiran normal sehingga bayi cacat bisa dihindari.

Sedangkan kekurangan atau resiko dari operasi bedah sesar adalah:
1.    Rasa sakit yang sangat pada bagian perut dan rahim akibat robekan saat operasi. Hal ini tidak dirasakan oleh ibu melahirkan secara normal.
2.    Kemungkinan terjadi infeksi rahim dan pendarahan yang lebih banyak daripada persalinan normal.
3.    Kemungkinan trauma pada organ tubuh yang lain.
4.    Membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama daripada persalinan normal, bahkan efeknya masih dirasakan hingga bertahun-tahun.
5.    Ada bekas operasi pada perut bagian bawah.
6.    Waktu pembedahan relatif tinggi antara 6 – 12 jam.
7.    Munculnya masalah baru akibat pembiusan yang digunakan dan obat-obatan penghilang rasa nyeri pasca operasi.
8.    Meningkatnya resiko infeksi dan penggunaan antibiotik.
9.    Terjadi pendarahan yang lebih berat dan meningkatnya resiko pendarahan yang mengakibatkan anemia dan perlunya transfusi darah.
10.    Perawatan di rumah sakit dan di rumah lebih lama sehingga meningkatkan kebutuhan biaya hidup.
11.    Nyeri luka bedah sesar lebih lama daripada persalinan normal, sehingga akan memberatkan yang bersangkutan untuk merawat diri sendiri dan bayi.
12.    Timbulnya masalah jaringan parut pada luka bekas operasi.
13.    Kemungkinan terjadi masalah lain dalam tubuh, seperti lemahnya fungsi usus besar, kandung kemih, otot V rahim dan resiko pembentukan bekuan darah kaki dan panggul.
14.    Meningkatnya resiko masalah pernafasan dan temperatur untuk bayi yang baru lahir.
15.    Potensi kemadulan yang lebih tinggi daripada wanita dengan melahirkan normal.
16.    Peningkatan resiko plasenta yang tertahan pada kehamilan berikutnya, serta kemungkinan besar dalam persalinan berikutnya juga akan melakukan sesar lagi.
Kesimpulannya, secara umum melahirkan secara normal tetap lebih baik, namun operasi bedah sesar sangat dibutuhkan untuk kondisi-kondisi tertentu dengan tujuan menyelamatkan ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan.


Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2013. Joko Saputro - All Rights Reserved