Home » » Dongeng Telur Naga Putih

Dongeng Telur Naga Putih

Written By Joko saputro on Tuesday, September 17, 2013 | 3:51 AM

TELUR NAGA PUTIH

Dahulu ada sebuah  keluarga nalayan mampunyai saorang anak Iaki-Iaki. Bila mereka pargi bekerja, anaknya tinggal dirumah untuk menjaga rumah.
Pada suatu hari suami istri nelayan itu manunggu ikan-ikan memasuki alat panangkap ikan meraka yang barupa tangguk besar. Stal, saakor pun tidak ada yang mau masuk. Maskipun damikian, mereka tidak barputus asa. Tangguknya tatap dimasukkan dan diangkat barulang-ulang tanpa manganal Ialah. Akhirnya katakunan mareka barhasil juga. Pada waktu mereka mangangkat tangguk marska untuk kasakian kali, tarnyata di dalamnya tarlihat ada sabutir talur yang amat besar. Karana ngari mandapatkan banda ajaib itu, talur itu sagara mereka masukkan kambali ka dalam air. Anahnya, satiap kali mereka mangangkat tangguknya, satiap kali ada pula talur itu dan satiap kali sagara mereka masukkankambali ke dalam air. Keadaan ini barulang tarus, walaupun talah mereka pindahkan tangguk mereka ka tampat Iain. Rupanya talur it bsrkaras hati untuk tatap barsama mereka. Akhirnya, karana putus asa talur itu pun dibawa pulang.
Sampai di rumah, dilihatnya anak tarsayang mereka sedang tidur. Karena tidak mendapatkan ikan, maka telur itu pun dirabusnya. Setelah matang, telur itu mereka makan sabagai Iauk taman nasi. .  
Begitu parut mereka kanyang, timbullah suatu kaajaiban. Kedua suami istri itu parlahan-Iahan barganti rupa manjadi dua ekor  naga yang besar. Kaajaiban initidak manimpa putra mereka karena ia bstum sam pat mamakan talur itu.
Setelah terjaga dan tidurnya, anak itu pun manjadi sangat katakutan waktu malihat kaadaan orang tuanya. Ia pun menangis dangan sedihnya. Melihat hal  itu, kedua naga itu segera menjilati pipi putra mereka yang sangat mereka kasihi itu. Setelah anaknya tenang, ayahnya manasihatinya, agar tidak makan telur di atas dulang. Telur itu adalah telur naga putih yang hidup di sungai tempat mereka sering mancari ikan dan siapa saja yang makan telur itu akan menjadi naga seperti mereka. Setelah meninggalkan pesan itu, kedua naga itu pun terjun  ke dalam sungai untuk bartempur dengan naga putih,yang telah  mangubah ujud mereka. Dua pesan Iain mereka berikan juga kepada putranya. Apabila timbul darah marah pada air sungai, itu bararti bahwa mereka kalah. Namun, bilatimbul darah putih, itu bararti bahwa naga putihlah yang kalah. Tanda hasil  pargulatan itu akan tariihat apabila hujan turun rintik- rintik pada hari panas dan pelangi timbul di antara langit dan bumi.
Setelah orang tuanya masuk ka dalam sungai anak itu duduk taramanung. Ia tarlalu kecil untuk manantang hidup ini.Nap hari ia mamandangi air sungai. Barharap agar kedua  orang tuanya muncul Iagi. Hingga pada suatu hari— saat hujan turun rintik-rintik. Di iangit ada palangi be-berwarna—warni, pada saat itulah air sungai manyambuikan darah banwarna putih seperti susu. Anak itu yakin sekarang bahwa kedua orang tuanya telah memenangkan  pertampuran dangan si Naga Putih.
Namun, ayah dan ibunya tak pernah  kembaii ka rumah Iagi.Anak itu itu manunggu di tapi sungai dan tarus manunggu hingga akhir hayatnya, karena ia mamang tidak dapat hidup sandiri tanpa orang tuanya. .
Tempat kajadian carita ini sekarang disabut Lok Si Naga atau Lok Lua artinya Sungai Naga.
Share this article :

1 comments:

 

Copyright © 2013. Joko Saputro - All Rights Reserved