Home » , » Makalah Hubungan Agama Islam Dengan Kebudayaan

Makalah Hubungan Agama Islam Dengan Kebudayaan

Written By joko saputro on Wednesday, January 30, 2013 | 4:29 AM





HUBUNGAN AGAMA DENGAN KEBUDAYAAN

Tugas Ilmu Sosial Budaya Dasar

Pengampu: Drs. Suwarno, SH, MPd


Oleh:






FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN MATEMATIKA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2010/2011





BAB I

PENDAHULUAN



  1. Latar Belakang Masalah

Dalam bahasa sansekerta Kebudayaan berasal dari kata “Budhayah” dengan bentuk jamaknya “Budhi” yang berarti akal dan budi.Sedangkan Dalam bahasa Inggris “Culture” dan dalam bahasa Latin “Colere” yang memiliki arti Segala daya dan kegunaan manusia untuk mengolah dan merubah alam.

Menurut para ahli arti Kebudayaan yaitu (EB.Taylor) mengatakan bahwa  kebudayaan merupakan “Keselarasan yang komplek, yang mencakup pengetahuan,kepercayaan,keilmuan social, hukum,adat istiadat.(Selo Sumarjan) mengatakan bahwa kebudayaan adalah “Hasil karya cipta manusia yang menyangkut budi atau akal.

Kebudayaan sangat terkait dengan pengertian “The Humanitis”  yang bermakna manusiawi, berbudaya, atau halus. Dengan demikian masalah kebudayaan selalu berhubungan dengan nilai – nilai kemanusiaan. Maka pembahasan kebudayaan selalu diarahkan pada manusia denagn karya – karyanya,baik yang bersifat kongkrit seperti benda atau barang maupun yang bersifat abstrak seperti norma atau aturan – atuaran.

Agama (Arab:addien) diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia lewat rasul untuk kemashalakatan dan kemanfaatan bagi alam semesta ini. Memang agama bukan budaya, tetapi kehidupan keagamaan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kebudayaan. Agama berisi aturan dan norma yang mengatur kehidupan dan kematian manusia sebagai makhluk individu dan social agar berperilaku baik dan bertujuan untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat.





  1. Rumusan masalah

Didalam pembuatan makalah hubungan agama dan kebudayaan mempunyai beberapa rumusan:

  1. Mengetahui pengertian agama.

  2. Mengetahui pengertian kebudayaan.

  3. Mengetahui hubungan agama dan kebudayaan.

  4. Mengetahui penerapan hubungan agama dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.


  1. Tujuan

Makalah ini mempunyai bebrapa tujuan:

  1. Untuk mengetahui pengertian agama.

  2. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan.

  3. Untuk mengetahui hubungan agama dan kebudayaan.

  4. Untuk mengetahui penerapan hubungan agama dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.














BAB II

PEMBAHASAN



  1.  Pengertian Agama

Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata”a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Agama itu timbul sebagai jawaban manusia atas penampakan realitas tertinggi secara misterius yang menakutkan tapi sekaligus mempesonakan  Dalam pertemuan itu manusia tidak berdiam diri, ia harus atau terdesak secara batiniah untuk merespons.

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

  1. Kebudayaan

    1. Pengertian budaya

Budaya menurut Koentjaraningrat (1987:180) adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil kerja manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Budaya dapat diperoleh dari belajar, dan gagasan dalam pikiran dan kemudian terwujud dalam seni.

Budaya menurut E. B Tylor adalah suatu keseluruan komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, ada istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Budaya menurut R. Linton adalah konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsure pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainya.

Budaya menurut Selo Soemardjan dan soelaiman soemardi adalah semua hasil harya, rasa, dan cipta masyarakat.     Budaya menurut Herkovints adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan manusia.

Menurut Ki Hadjar Dewantoro Kebudayaan adalah "sesuatu" yang
berkembang secara kontinyu, konvergen, dan konsentris. Jadi
Kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis, baku atau mutlak. Kebudayaan berkembang seiring dengan perkembangan evolusi batin maupun fisik manusia secara kolektif.

Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non material.

  1. Sifat hakiki dari kebudayaan antara lain


  • Budaya terwujut dan tersalurkan dari perilaku manusia

  • Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan

  • Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya

  • Budaya mencakup aturan-aturan yang berisi kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, dilarang dan di izinkan



  1. Hubungan kebudayaan dengan agama

Seperti halnya kebudayaan agama sangat menekankan makna dan signifikasi sebuah tindakan. Karena itu sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara kebudayaan dan agama bahkan sulit dipahami kalua perkembangan sebuah kebudayaan dilepaskan dari pengaruh agama. Sesunguhnya tidak ada satupun kebudayaan yang seluruhnya didasarkan pada agama. Untuk sebagian kebudayaan juga terus ditantang oleh ilmu pengetahuan, moralitas secular, serta pemikiran kritis.

Meskipun tidak dapat disamakan, agama dan kebudayaan dapat saling mempengarui. Agama mempengaruhi system kepercayaan serta praktik-praktik kehidupan. Sebalikny akebudayaan pun dapat mempengaruhi agama, khususnya dalam hal bagaimana agama di interprestasikan/ bagaimana ritual-ritualnya harus dipraktikkan. Tidak ada agama yang bebas budaya dan apa yang disebut Sang –Illahi tidak akan mendapatkan makna manusiawi yang tegas tanpa mediasi budaya, dlam masyarakat Indonesia saling mempengarui antara agam dan kebudayaan sangat terasa. Praktik inkulturasi dalam upacara keagamaan hamper umum dalam semua agama.

Budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.

Budaya agama tersebut akan terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan kesejarahan dalam kondisi objektif dari kehidupan penganutnya.

Hubungan kebudayaan dan agama tidak saling merusak, kuduanya justru saling mendukung dan mempengruhi. Ada paradigma yang mengatakan bahwa ” Manusia yang beragma pasti berbudaya tetapi manusia yang berbudaya belum tentu beragama”.

Jadi agama dan kebudayaan sebenarnya tidak pernah bertentangan karena kebudayaan bukanlah sesuatu yang mati, tapi berkembang terus
mengikuti perkembangan jaman. Demikian pula agama, selalu bisa berkembang di berbagai kebudayaan dan peradaban dunia.



  1. Penerapan Hubungan agama dan kebudayaan ddalam kehidupan sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari dapat diambil beberapa contoh hubungan agama dan kebudayaan.

Pertama, ketika seseorang berpindah agama cara berfikir dan cara hidupnya dapat berubah secara signifikan. dapat dilihat seseorang yang beragama Kristen pindah menjadi agama islam maka pandangan hidupnya akan berubah pula, missal: cara pandang mareka dalam berpakaian ketika mereka beragama Kristen cara berpakain mereka kurang menutup aurat tetapi ketika mereka telah beragam islam cara berpakaian mereka menutup aurat.

Kedua, ketika ibadah hari raya idul fitri, hari raya ini dalam praktiknya tidak lagi menjadi perayaan “khas” penganut agama islam tetapi sudah lebih merupakan tradisi bagi segenap masyarakat Indonesia. Saling maaf memaafkan yang dulu tidak pernah terjadi di negeri-negeri timur tengah tetapi masyarakat Indonesia justru di jadikan momemtum untuk membangun kembali tali persaudaraan seta kesetiakawanan lintas etnoreligius.












BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Hubungan kebudayaan dan agama tidak saling merusak, keduanya justru saling mendukung dan menguntungkan. agama dan kebudayaan sebenarnya tidak pernah bertentangan, karena kebudayaan bukanlah sesuatu yang mati, tapi berkembang terus
mengikuti perkembangan jaman. Demikian pula agama, selalu bisa berkembang
di berbagai kebudayaan dan peradaban dunia.
























DAFTAR PUSTAKA



Mustopo, M. Habib, dkk, 1983, Ilmu Budaya Dasar,  Surakarta: Usaha Nasional.

Suwarno, dkk, 2008, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Surakarta: BP-FKIP UMS.

Ata Ujan, Andre, dkk, 2009, Multikulturalisme, Jakarta: PT Indeks.

TIM, 2001, Ilmu Budaya Dasar, Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Ibu Nyai, Agama, selasa, 7 Desember 2010, www.yahoo.com.

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2013. Joko Saputro - All Rights Reserved